Kisah Alia Bangkit dari Duka hingga Dirikan Brand Hijab di Bandung (Kompas.Com)

Kisah Alia Bangkit dari Duka hingga Dirikan Brand Hijab di Bandung (Kompas.Com)

BANDUNG, KOMPAS.com – Kehilangan suami karena kanker menjadi titik balik hidup Alia Karenina. Dari duka mendalam itu, Alia berjuang bangkit, menata ulang hidupnya, hingga mendirikan perusahaan sekaligus merek hijab Haadiya Syari, sebuah brand modest fashion yang lahir dari proses refleksi, hijrah, dan pencarian makna hidup. Founder Haadiya Syari, Alia Karenina mengungkapkan, brand yang ia bangun tidak lahir dari gemerlap industri fashion, melainkan dari perenungan panjang setelah sang suami meninggal dunia. “Haadiya itu datangnya dari rasa kehilangan pas berpulangnya suami karena kanker. (Setelah itu) Saya belajar agama dengan baik dan benar,” ujar Alia dalam rilisnya, Rabu (11/2/2026). Baca juga: Siska Nirmala: Kisah Sukses Toko Nol Sampah di Bandung Memperdalam Islam Alia pun memutuskan untuk menata kembali hidupnya, termasuk memperdalam ilmu agama dan memutuskan naik haji. Kenangan Kebaya Maudy Ayunda Artikel Kompas.id Saat akan beribadah haji, Alia sempat kesulitan menemukan busana syar’i yang nyaman digunakan sepanjang hari. Apalagi saat itu ia mulai tahu berpakaian sesui syariat itu harusnya seperti apa. “Nah, Haadiya itu sendiri lahir dari kebingungan cari bahan syar’i yang enak dipakai dari pagi sampai malam,” ucap Alia yang mulai pindah ke Bandung tahun 2023. Untuk itulah, ia menggunakan bahan natural fabric, segingga lebih nyaman dipakai, lebih ringan, lebih flowy, dan tidak menimbulkan banyak keringat,” ujarnya. Baca juga: Jelang Ramadhan, Penjahit di Banyuwangi Mulai Banjir Orderan hingga 2 Kali Lipat Mengajak Pengusaha Perempuan Berkolaborasi Alia menegaskan, Haadiya tidak hanya hadir sebagai brand, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi bagi perempuan. “Saya pengin ngajak lebih banyak orang berpakaian syar’i sesuai syariat yang masih modis insyaallah,” ucapnya. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha perempuan. “Saya dengan senang hati akan ngobrol bareng. Karena kita juga banyak kolaborasi, seperti dengan Adrie Basuki untuk batik Sadabhumi, kemudian dengan Halal Lika Project, Sahip Indonesia, Hijab Syafiyah, sampai Qur Love Story,” tutur Alia. Seperti kolaborasi melalui batik Sadabhumi yang terinspirasi dari perjuangan para pejuang kanker. “Saya harap dengan kolaborasi ini, semakin banyak brand yang terinspirasi untuk berkolaborasi dengan para pejuang hebat yang sedang menghadapi ujian dalam hidupnya,” tutur Alia. Menurut Alia, sebagian besar mitra kolaborasinya merupakan sesama perempuan pendiri usaha. “Semuanya adalah women founder yang menurut saya luar biasa. Penginnya lebih banyak lagi muslimah yang terinspirasi,” katanya. Tak hanya itu, Alia juga membangun komunitas pengajian sebagai bagian dari perjalanan hijrahnya. “Kita juga ada majelis taklim, Besti Salihah sama Bestie Till Jannah, buat sama-sama belajar kitab, fikih wanita, dan fikih muslim,” ujarnya.

Sumber: https://bandung.kompas.com/read/2026/02/11/065329678/kisah-alia-bangkit-dari-duka-hingga-dirikan-brand-hijab-di-bandung.

Back to blog